Postingan

BUDAYA PATRIARKI YANG JUSTRU DISUBURKAN OLEH KAUM PEREMPUAN

Gambar
Beberapa minggu lalu saat sedang login di linimasa sebuah media sosial non kekinian, tanpa sengaja saya membaca update dari seorang teman saya sewaktu di sekolah dasar. Barangkali isinya sudah pernah teman-teman baca dari media sosial juga karena viralnya. Berupa gambar sederhana dengan kalimat dari sudut pandang seorang suami yang kurang lebih seperti ini: Kira-kira apa yang ada di pikiran teman-teman setelah membaca kalimat-kalimat diatas? I'll let you know what inside my mind, menurut saya wajar banget. Ya kan memang seharusnya begitu dalam kehidupan rumah tangga. Baik suami maupun istri harusnya bekerja sama dalam mengurus rumah tangga. Karena kan yang tinggal di rumah itu juga bareng. Begitu pun juga ketika anak sudah mulai besar, harus diberi tanggung jawab pekerjaan rumah pelan-pelan. Karena orang tua bukan babu yang ngerjain semuanya sementara anaknya nggak ngapa-ngapain ya kan. Dalam case cerita diatas, anak masih kecil, masih harus disuapin jadi t...

Akan kah lebih baik ?

Andai yang dulu datang adalah kamu, akankah semuanya menjadi lebih baik?  Andai yang dulu ditunggu-tunggu akhirnya datang, akankah semuanya menjadi lebih baik?  Apakah semuanya kita sangka akan menjadi lebih baik, jika kita bisa mengulang yang pernah terjadi dan mengambil ulang keputusan yang pernah kita buat dan memperjuangkan lebih kuat untuk hal-hal yang kita inginkan? Apakah semuanya akan menjadi lebih baik, sedang kita sendiri tidak benar-benar tahu tentang yang terbaik untuk kita? Bukankah kekecewaan itu lahir dari berandai-andai, dari ukuran-ukuran kita yang keliru tentang rasa syukur, dari prasangka-prasangka kita yang kita turuti. (c)kurniawangunadi

Marriage is learning

Gambar
Menikah adalah belajar. Seperti ketika kamu baru masuk kuliah atau lingkungan kerja. Menikah adalah seperti itu. Bukan cuma soal kalian berdua, tapi juga keluarganya dan kebiasaan yang ada di dalamnya. Keluargamu dan permasalahan yang turut serta. Menikah buat saya adalah lingkaran lingkungan yang baru. Apa saya sudah cukup  behave  dengan berkata atau melakukan sesuatu? Menikah adalah tempat belajar, bahwa ada banyak hal yang mesti kamu jaga sekarang, ada banyak hati yang perlu dirawat. Menikah adalah bentuk lain dari perjuangan. Bahwa keluarga adalah tempat pulang yang paling nyaman, kalianlah yang harus membuatnya selalu paling nyaman. Kalianlah yang mengaturnya sehingga tetap demikian. Saya pun bersyukur sesorang itu berwujud dia. seseorang yang dengannya segala rasa pedih bisa disandarkan dibahunya, sekaligus menghasilkan keinginan kuat untuk selalu melindungi dari apapun yang melukai. -Listeninda

Berbenah

Gambar
Setelah beberapa Minggu terakhir saya mendapati diri ini monoton dan melakukan rutinitas yang berulang setiap harinya,dan itu membuat ku sumpek saya merasa meninggalkan banyak mimpi - mimpi saya yang dulu dan membiarkannya menggelantung Dan hal terbesar saya saat ini adalah bagaimana saya harus berbenah HARUS, saya merasa banyak yang harus saya benahi dalam diri saya, Mengenai pekerjaan saya di kantor saya berencana resign setelah menikah ,tapi tidak langsung juga saya tinggalkan    sebelum saya menyelesaikan semua tanggung jawab saya di sana. Alasan kenapa saya resign, karena saya ingin fokus mengejar syurga ku heheh kalau dalam urusan dunia takkan habis kita kejar, in syaaAllah jika mengejar akhirat,dunia pun akan mengikuti,percaya deh ! Dan kedepannya saya berencana kuliah bahasa Arab dan tarbiyah,tahzin saya yang dulunya terbengkalai ingin saya intenskan,in syaaAllah !! Sebab cita-cita saya sederhana cuma ingin jadi istri shalihah dan ibu sebagai madr...

Menjadikan diri lebih baik

Cobalah untuk menurunkan ekspektasimu terhadap orang lain, agar kamu tidak kecewa karena mereka pasti memiliki kekurangan. Sebab kita seringkali tidak bisa memberi ruang pada rasa kecewa di hati kita. Cobalah untuk melemaskan egomu terhadap setiap kehendak, agar kamu tidak lelah dalam menjalani hidup. Sebab banyak sekali urusan kita yang harus bersinggungan dengan banyak orang, sementara setiap orang memiliki kehendaknya masing-masing. Cobalah untuk melapangkan ruang penerimaan. Sebab, menerima orang lain itu lebih sulit daripada saat menumbuhkan perasaan berharap. Sebab, seringkali kita sulit menerima karena kita seringkali merasa tidak diterima. Dan sekalinya ada yang bersedia menerima kita, kita yang seringkali tidak bisa menerimanya. Membuatnya kecewa dan pergi. Cobalah untuk berani mengakui kesalahan. Sebab, hidup ini bukan tentang menang dan kalah. Kebahagiaan yang hakiki tidak hadir karena kita bisa mengalahkan orang lain. Mengakui kesalahan, bersedia untuk bertanggungja...

Let it go

Jika bukan kepadamu, Aku tidak tau lagi pada siapa rindu ini kan ku beri" Kalimat barusan itu potongan dari lagu baru anji, yang juga bakal menjadi Ost. Film Jelita Sejuba. Enak sumpah, dari segi aransemen dan liriknya so pasti, ya cukuplah bikin jombloh macam saya ini baper kemana-mana. Eeeaaakkk!!! Well, kalau lagi dengar lagu ini tepat pada refreinnya saya jadi ingat sama teman baik saya yang selama dua tahun ini menemani saya. Fisikly orangnya masih ada sih, masih dekat, masih selalu wara-wiri sama-sama, but our soul separate already. Awalnya saya selalu memaksakan untuk membuat semuanya tampak sama seperti semula, tetapi semakin saya coba ya memang tidak bisa dipaksakan. Kita semua sama-sama tau, seiring waktu segala sesuatu itu bisa berubah. Apalagi pada manusia yang mana adalah makhluk dengan mobilitas tinggi, jiwa dan raganya bergerak. Yang cocok bisa jadi tidak cocok, pun begitu sebaliknya. Ketika saya mulai merasakan rindu pada sosok teman yang nyatanya...

Terbaik menurut Nya

Dahulu, sempat segala sesuatunya kusangka akan sesuai rencana. Segala perjuangan itu akan berakhir pada kemenangan. Lambat laun, seiring berjalannya waktu dan bagaimana keadaan membisikan sedikit demi sedikit tentang segala kemungkinan yang terjadi. Aku menjadi paham jika prasangkaku hanya sekedar prasangka. Tidak lebih. Dan kini kutemui, apa-apa yang terbaik itu tidak pernah ada dalam takaran manusia . (kurniawangunadi)